Sesuatu Tentang Sistem
Posted in random thoughts with tags belajar, fisika, sejarah, sistem, thomas a. edison on 27 November 2008 by sigendutnarsishmmm gue kemarin ngajarin sepupu gue pelajaran sejarah. bukan karena gue itu jago banget tentang sejarah, tetapi gue mengajarkan tentang sistem belajar. kira2 seperti ini…
masih inget gak dulu kita dicekokin BUANYAAAKKK banget pelajaran dari sd sampe smu dan kayak gak sampe berapa persen gitu yang terpakai? itu adalah perasaan seseorang yang belajar dengan sistem yang kurang tepat. karena tujuan dia adalah nilai. nilai yang akan memberikan dia jalan ke sebuah penghargaan, entah itu ranking atau plakat2 dari sekolahnya. banyak sekali orang yang belajar dengan cara seperti ini. dia bangga akan nilai yang didapat sedangkan beberapa hari setelah ujian itu berlangsung, apa yang dia hafal itu hilang seakan2 dia tidak pernah tahu. sedih ya?
tidaklah salah belajar dengan menggunakan sistem seperti itu. gue mengatakan sistem seperti itu kurang tepat. kenapa? karena gue sadar akan satu hal, memahami akan lebih baik daripada menghafal. sejarah? dipahami? aneh? tidak
bayangkan seperti lo sedang berada pada masa itu, dimana semua kesulitan dan perjuangan sedang dilakukan dan sedang terjadi. just like when you’re reading a novel. pada saat lo baca novel, lo bisa ikut2an tertawa, menangis, bahkan marah pada satu karakter atau malah mungkin ikut2an horny ahahahahahahaha
ngaku deeeehhhhhh :p
dengan memahami isi novel tersebut, lo dengan teman2 yang membaca judul yang sama dapat membahas isinya, mengkaji dan saling berdiskusi tentang novel tersebut. apa bedanya dengan pelajaran sejarah? ada satu quote yang gue kagumi dan gue jalankan hingga detik ini, gue lupa siapa yang mengatakan, tetapi itu sangat menginspirasi gue dalam belajar.
“Orang yang hebat adalah orang yang memahami ilmu pengetahuan dan sejarah”
lihat disitu ada kata memahami, seperti halnya ilmu pasti, sejarah tidak perlu lo hafal, dia hanya perlu dipahami. let’s say gini, di ilmu fisika ada rumus tentang gaya. bahwa gaya adalah berat (massa) dikalikan dengan percepatan benda tersebut. F = m.a
apa yang harus lo hafal dari rumus tersebut? cuma 1, bahwa satuan gaya adalah newton dan newton adalah Kg.m/s2
apa rumusnya harus di hafal? tidak. dengan menghafal 1 satuan tadi, lo pasti sudah tahu rumus gaya itu apa, kalau di break down, kg adalah massa, m/s2 adalah percepatan. jadi rumusnya adalah massa dikalikan dengan percepatan. that simple.
dan hebatnya sistem tersebut, lo dapat menggunakannya dalam ilmu sejarah (well, gue pakai sistem itu dalam sejarah, karena gue kemaren ngajarin sepupu gue tentang sejarah). pahami ceritanya. let’s say kemarin sepupu gue itu belajar tentang sejarah pendudukan jepang di indonesia. kita ambil contoh ketika dia harus menghafal tentang BPUPKI dan PPKI. gini cara gue ngajarin dia
“jepang waktu menjajah indonesia, menjanjikan 1 hal yang penting, yaitu kemerdekaan. maka dari itu dibentuklah suatu badan yang mampu menyelidik tentang usaha2 untuk mempersiapkan kemerdekaan indonesia. nama badan itu adalah?”
tanpa berpikir dia menjawab dengan benar, “Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia”
“lalu setelah badan tersebut selesai melaksanakan tugasnya, dibentuklah suatu kepanitiaan yang bernama?”
lagi2 dia menjawab dengan benar, “Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia”
lalu dia gue minta mengulangi lagi cerita tentang BPUPKI dan PPKI tersebut dengan gaya bahasanya dia sendiri. malah dia sok2an bikin sandiwara seakan2 dia lagi ngobrol sama salah satu personil band Jonas Brothers. kalau gak salah namanya Joe. hahahaha it’s okay. banyak jalan menuju roma. banyak jalan untuk memahami sesuatu tanpa lo harus menghafalkan seakan2 pelajaran itu tidak menyenangkan. remember, FUN is the key.
guys, itulah hebatnya belajar dengan menggunakan sistem pemahaman. tidak akan ada yang miss lo hafal, karena lo paham dengan cerita dan pola pikirnya. gue yakin, tiga bulan, 6 bulan atau bahkan 1 tahun dari sekarang apabila gue tanya lagi ke sepupu gue tentang BPUPKI, pasti dia masih hafal. karena dia bukan menghafal, tetapi memahami ceritanya.
bingung kan melihat para veteran2 perang yang sudah kakek2 dan nenek2 yang notabene sudah pikun tapi masih ingat cerita tentang perang secara detail? karena mereka tidak hafal, mereka memahami ceritanya. mereka merasakan emosinya sehingga emosi itu terekam diotak dan pada saat di recall, emosi itu dengan mudah diterjemahkan menjadi suatu cerita yang panjang dan detail. persis sama seperti saat kita membaca novel. segitu hebatnya otak kita, kok kita masih pengen “CUMA” menghafal :p
itu yang membedakan antara 2 kata yang gue anggap sama kuatnya tetapi saling bertolak belakang dalam artiannya. Pengajar dan Pendidik. gue anggap pengajar itu adalah seseorang yang mengajarkan sesuatu. dia terpaku pada silabus dan text book. dan pendidik adalah seorang yang mampu menghadirkan suatu sistem dalam kegiatan belajar mengajar, tanpa seseorang pun merasa superior dan inferior. semua berbagi. saling mengisi dalam suatu kegiatan belajar mengajar yang dinamis. apabila lo memberikan seseorang suatu sistem belajar, maka lo telah memberikan dia alat pancing dan cara menggunakannya sehingga dia bisa hidup. apabila lo membantu seseorang hanya menghafal menghafal dan menghafal, maka lo memberikan dia uang untuk dia belikan makanan dan uang itu PASTI akan habis.
dari alinea terakhir, gue jadi inget peristiwa semalam, gue nonton konser glenn di kamasutra. just one word, WOW! gue jadi makin yakin ada 2 kata yang sama kuatnya dan pada saat yang bersamaan memiliki arti kata yang sangat bertolak belakang. dalam konteks ini, glenn gue anggap sebagai ENTERTAINER bukan PENYANYI
see the difference? 2-2nya bisa jadi sama2 jago nyanyi. tapi sang penyanyi hanya bernyanyi seperti biasa, seakan2 lo mendengarkan kaset/CD-nya dengan volume yang besar bersama ratusan orang yang lain di suatu tempat yang besar. tetapi seorang Entertainer, dia dapat memberikan surprise, berinteraksi dengan penonton, tidak takut menghentikan lagu ditengah2 untuk sekedar berbicara, mengutarakan pemikirannya atau berkata bahwa dia mendedikasikan lagu ini untuk siapa. karena dia tahu persis bahwa audience-nya tidak perlu dihibur melulu dengan bernyanyi. fans-nya ingin dihibur dengan interaksi. dia tidak melulu terpaku dengan aransemen lagunya yang terekam di album2nya. dia lebih dinamis. lo bisa lihat bahwa sistem yang sama seperti gue utarakan diatas ternyata juga berlaku dalam dunia entertainment.
Sesuatu Tentang Sistem bukannya ingin menyalahkan atau membenarkan sesuatu, tetapi ingin mengisi kekosongan dalam pilihan sehingga LO DAPAT MEMILIH. pilih apa yang terbaik untuk lo. ciptakan sistem lo sendiri. jangan takut gagal.
Thomas Alfa Edison berhasil membuat lampu setelah 10.000x percobaan. tetapi ini yang ia katakan, “saya tidak gagal. tetapi saya tahu 10.000 cara yang salah”
cheers ^_^v